Adat Perkawinan

Jujur  (Patrilineal) :

Ciri2nya :

Eksogami klan, menikah dengan orang luar atau diluar klan. Patrilokal,  isteri wajib mengikuti  tempat  kediaman suami. Ada barang jujur, barang yang berfungsi mengembali kan kesimbangan magis dan melepaskan perempuan dari ikatan hak dan kewajiban keluarga asal. Mempunyai nilai magis sekarang sudah berangsur2 diganti dengan uang.

Akibat hukum :

putusnya hubungan hukum dengan keluarga biologis. Isteri masuk ke dalam keluarga suami, anak-anak yang lahir menarik garis keturunan dari garis ayah sehingga ia se-klan dengan ayahnya dan keluarga ayahnya.

Perkawinan Levirat (janda  turun ranjang). Yaitu perkawinan antara Janda yang menikah dengan  saudara almarhum suaminya.  Perkawinan Sororat (Duda turun ranjang). Yaitu perkawinan antara Duda yang menikah dengan saudara almarhum isterinya.

Semenda (Matrilineal) :

Ciri2nya :

Eksogami klan, larangan kawin 1 klan. Matrilokal, isteri tidak wajib mengikuti  tempat tinggal suami. Dijumpai pada setiap masyarakat adat (terutama minangkabau).

Dalam masyarakat patrilineal beralih-alih seperti halnya di Lubai, apabila terdapat keadaan memaksa misalnya anak-anaknya  perempuan semua dalam kaitannya dengan masalah warisan-seharusnya yang menjadi ahli waris adalah anak laki-laki tertua, maka  diperbolehkan kawin semenda dalam bahasa Lubai disebut ngambek anak. Karena adanya masalah kewarisan ini maka anak perempuan yang ada tidak boleh kawin jujur melainkan harus kawin semenda.  Dengan demikian si anak perempuan akan tetap di keluarganya dan tidak akan pindah ke keluarga laki-laki seperti apabila dilakukan kawin jujur.  Kemudian anak-anak yang lahir akan mengikuti garis keturunan dari ibunya.

Proses Pernikahan Adat Lubai :

Tahap pertama ritual pernikahan Adat Lubai adalah pihak keluarga mempelai pria melamar ke keluarga mempelai perempuan dengan membawa sejumlah persyaratan, di antaranya kebutuhan pokok yang diambil dari hasil bumi sendiri. Dalam prosesi ini, ada istilah “behantat bekendak” artinya menyerahkan tanda keinginan keluarga mempelai pria ingin menyunting mempelai wanita.

Tahap berikutnya adalah serah-serahan atau penyerahan barang bawaan yang menandai selesainya proses lamaran. Dalam serah-serahan tersebut pihak keluarga mempelai pria menyerahkan Dodol sebanyak 100 mukun, 150 mukun bahkan sampai 250 mukun dan Kue Gula Kelapa. Jika keadaannya memungkinkan, mempelai pria juga menyerahkan sejumlah uang kepada keluarga mempelai wanita sebagai tanda pengikat pernikahan.

Prosesi akad nikah : Mempelai Pria diiringi oleh rombongan keluarga mempelai pria, berkunjung kerumah mempelai wanita untuk meminta dilaksanakan akad nikah. Pada prosesi ini biasanya pihak keluarga mempelai pria membawa Jujur yaitu uang yang diminta si mempelai wanita dan dinah empat berupa Keris dan seperangkat alat makan sirih untuk diserahkan kepada keluarga mempelai wanita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: