Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasal dari bahasa Latin religare, yang berarti “menambatkan”), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. Kehidupan beragama orang Lubai cukup baik, hal ini dikarenakan penduduk Kecamatan Lubai mayoritas menganut agama islam. Agama islam masuk ke Daerah Lubai telah ratusan tahun yang lalu, diperkirakan sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam masih berkuasa dulu. Untuk memperdalami agama Islam orang Lubai ada yang belajar sampai ke negara Arab Saudi dan negara Mesir. Diantaranya yang pernah belajar di Mekah Kakek Hi. Muhammad Dum dan Wak KH. Abdul Aziz bin Hi. Hasan.

Dalam pandangan orang Lubai yang menganut agama Islam, kehidupan beragama tidak dapat dipisahkan dari manusia. Islam adalah agama yang diwahyukan untuk menjadi panduan hidup manusia. Hanya dengannya kehidupan di dunia menjadi sejahtera karena alam ini adalah ciptaan Allah taala, maka Allah lebih tahu apa yang sesuai untuk alam ini. Apabila manusia meninggalkan kehidupan beragama maka akan pastilah timbul kerusakan dalam kehidupan termasuklah penyakit sosial. Hidup secara Islam adalah sebahagian dari fitrah manusia. Ini dibuktikan dari firman Allah taala yang bermaksud: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Surah Ar-Rum: ayat 30)

Jika manusia meninggalkan kehidupan beragama maka ia telah meniggalkan fitrahnya yang akan mengakibatkan kerugian dalam kehidupannya. Salah satu keunikan ajaran Islam dalam membangun hubungan dengan antarumat beragama adalah kemampuannya menciptakan toleransi, kebebasan, keterbukaan, dan kewajaran. Dengan demikian, terwujud masyarakat yang harmonis, rukun, dan damai.

Kehidupan beragama bukan hanya relevan bagi masyarakat Lubai yang beragama Islam saja, akan tetapi juga masyarakat lain. Kita yakin bahwa nilai-nilai yang bersifat absolut yang terdapat dalam ajaran Kristen, Buddha dan Hindu mempunyai peranan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dari penyakit-penyakit sosial.